Selamat Datang

Selamat datang Saudara-saudaraku semuanya di blog "Puja-Puji" ini. Selamat menikmati, mencermati, dan mengoreksi sajian yang saya tampilkan dalam blog ini. Sekiranya Saudara berkenan memberi kritik, saran, komentar, dan masukan apa pun terhadap tampilan blog ini tentu saya merasa senang, bangga, dan terhormat, agar terjadi komunikasi dua arah. Silakan menuliskannya di tempat yang telah disediakan. Salam kami.

Selasa, 19 Januari 2010

Kritik Sastra


Kehadiran buku kritik sastra sebagai penuntun pemahaman tentang kritik sastra di Indonesia, baik teori maupun aplikasi, terus diupayakan agar penulisan kritik sastra di Indonesia dapat tumbuh subur dan semarak di bumi sendiri. Sebagaimana kita ketahui bahwa buku kritik sastra yang telah ada, misalnya Tentang Kritik Sastra: Sebuah Diskusi (Editor Lukman Ali, 1978), Kritik Sastra Sebuah Pengantar (Andre Hardjana, 1981), Telaah Kritik Sastra (Yudiono K.S., 1986), Prinsi-Prinsip Kritik Sastra (Rachmat Djoko Pradopo, 1994), Kritik Sastra Feminis (Soenarjati Djajanegara, 2000), dan Kritik Sastra Insdonesia Modern (Rachmat Djoko Pradopo, 2002), sangat membantu para mahasiswa dan pencinta sastra dalam penulisan dan pengembangan kritik sastra di Indonesia. Terlebih kini hadir buku Kritik Sastra: Teori, Metodologi, dan Aplikasi (cetakan pertama Januari 2009) menambah dan melengkapi literatur pemahaman kritik sastra di Indonesia.

Bagi mahasiswa, mata kuliah kritik sastra merupakan mata kuliah yang perlu (dan tentunya wajib) diikuti oleh mahasiswa yang mengambil jurusan bahasa dan sastra, baik sastra Indonesia, sastra daerah, maupun sastra asing, guna menunjang ilmu dan wawasannya tentang sastra. Oleh sebab itu, buku Kritik Sastra: Teori, Metodologi, dan Aplikasi ini tampaknya diupayakan untuk dapat sebagai buku acuan perkuliahan kritik sastra, khususnya bagi mahasiswa S-1 dan Diploma pada Fakultas Sastra atau Fakultas Ilmu Budaya dan Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Hal ini mengingat bahwa pada akhir masa studinya mereka yang mengambil konsentrasi kesusastraan akan menulis karya tulis ilmiah (skripsi atau tesis) ten­tang sastra. Itulah sebabnya buku kritik sastra ini dapat sebagai modal dasar pemahaman mereka tentang sastra.

Buku kritik sastra ini secara keseluruhan terdiri atas tujuh bab, yaitu (1) Posisi Kritik Sastra dakam Studi Kesusastraan, (2) Hakikat Kritik Sastra, (3) Aneka Ragam Kritik Sastra, (4) Tahapan Kritik Sastra, (5) Ukuran dalam Kritik Sastra, (6) Metode Kritik Sastra, dan (7) Beberapa Contoh Aplikasi Kritik Sastra. Dengan demikian buku ini secara jelas dan gamblang mencoba memperkenalkan kepada pembaca tentang posisi kritik sastra dalam studi dunia kesusastraan. Di samping itu hendaknya pembaca juga hendaknya memahami dengan benar hakikat atau dasar-dasar kritik sastra, jenis-jenis kritik sastra, tahapan-tahapan kritik sastra, ukuran-ukuran dalam kritik sastra, berbagai metode pendekatan dalam kritik sastra, dan tentu saja mengaplikasikan kritiknya agar pembaca dapat memahami, mengerti, melakukan, dan menulis kritik sastra. Selain itu, dalam buku ini juga diperkenalkan to­koh-tokoh kritikus sastra dunia, seperti Xenophanes, Heraclitus, Plato, Aristoteles, Aristophanes, Julius Caesar Scaliger, I.A. Richard, Rene Wellek dan Austin Warren, A. Teeuw, Edward W. Said, dan M.H. Abrams yang banyak menyatakan pendapatnya, gagasan, pikiran, dan juga melakukan kritik sastra sehingga dapat dikaji hasil-hasil kritik sastranya sebagai acuan penulisan kritik sastra, baik sastra Indonesia, sastra Daerah, sastra Jepang, maupun sastra dunia yang lainnya.

Buku kritik sastra ini merupakan bacaan wajib ilmuwan sosio-humaniora sehingga dosen, mahasiswa, seniman, sastrawan, dan ilmuwan sosial humaniora wajib memiliki buku ini. Sebab, manfaat buku ini dapat meluas sebagai analisis dalam ilmu sosiologi, psikologi, antropologi, arkeologi, politik, hukum, sosial, poskolonialisme, cultural studies, budaya, seni, hingga filsafat. Bergegasalah segera mendapatkan buku ini di toko-toko buku terdekat atau langsung ke penerbitnya, Jalan Unggas 220, Sanggrahan, Sorowajan, Yogyakarta.

Tidak ada komentar: